Tak Juga Terampil

Dari banyak perpisahan saya pikir saya sudah terampil mengahadapi kehilangan, ternyata saya keliru. Pada pertemuan yang lagi-lagi berujung pada titik pisah, kehilangan masih menjadi pemeran utama yang yang bermain ditengah-tengah kisah.

Malam ini bayangnya kembali hadir setelah berpuluh-puluh malam tak menampakkan dirinya. Terbangun dengan perasaan yang bergemuruh bukanlah suatu hal yang baik untuk memulai hari. 

Dari sekian banyak kisah yang tertata rapi, yang begitu terasa hanyalah kisah kala ia mengucap kata pisah. Detik-detik saat ia memustuskan untuk pamit menjadi detik pertama langkah saya dan dia berjalan menuju titik pisah. Ia yang terlebih dahulu melangkah untuk pergi. Dia pergi tak hanya sekadar membawa dirinya, dia juga membawa sebagian dari diri saya, entah apa. Saya juga juga gak paham

"terima kasih sudah pernah hadir di hidup saya, maaf tidak bisa menepati semua janji "

Dan sore itu saya mendengar kata terima kasih terburuk yang tak pernah saya harapkan. Susah sekali menerimanya, sampai-sampai ia melangkah pergi tanpa mendengar sepatah kata pun dari saya. Saya kehabisan kata-kata untuk membalas ucapannya sore itu

Akhirnya saya tahu, kenapa saya gak mengatakan apa pun. Percuma saja mencoba menahannya untuk tetap di sisi, kalau membentang jarak sudah menjadi tujuannya dan tidak ada lagi "saya" dalam tujuan itu. 

Setelah tak lagi bertukar kabar, saya pernah menaruh harap bahwa ia akan kembali mengisi hari dan mewarnai hidup saya. Namun, harap tetaplah hanya sebatas angan-angan. Dia tak kunjung kembali. Dan mungkin tak akan kembali

Sepertinya, sudah waktunya mengemas sisa-sisa harap yang ada, karena merekalah yang menjadikan kehilangan tampak lebih nyata dan menetap lebih lama. Kini saya yang harus mulai melangkah maju dan belajar menerima bahwa dunia tak melulu harus tentang hidup bersama dengannya. Masih banyak yang dapat saya raih walau tanpanya. Kali ini, dunia meminta saya untuk mencoba menerima apa yang sudah berlalu, kembali hidup dengan baik di masa kini tanpa ada bayang-bayang kehilangan, dan mencoba mempersiapkan kehidupan di hari-hari selanjutnya.

Komentar