Pada suatu waktu,
Semesta mempertemukan dua yang asing
Berawal dari tatapnya yang penuh kasih
Berlanjut pada ucapnya yang ramah
Hingga pedulinya yang teduh
Semua terangkum menjadi satu pada sosoknya
Sosok yang tak banyak kata
Namun berhasil menghadirkan rasa,
-rasa yang begitu sulit dilupa-
Hingga muncul harap yang tak seharusnya
Kini telah jauh dari waktu itu,
Renjana masih terasa
Walau tak terhitung tuk berusaha melupa
Bertahan tak lagi menjadi pilihan yang menenangkan
Ada yang mulai tertatih untuk mengejar,
Ada yang mulai kehilangan harap,
Ada yang merasa tak cukup pantas
Adakah waktu yang tepat untuk berhenti?
Komentar
Posting Komentar